Jawab:
Sistem ini merupakan arsitektur pemisahan antara tampilan publik jurnal (frontend statis) dan sistem editorial internal (backend OJS), di mana frontend hanya menyajikan konten statis, sedangkan OJS difokuskan untuk workflow editorial secara terproteksi.
Jawab:
Pendekatan monolitik meningkatkan permukaan serangan karena seluruh endpoint OJS terekspos publik. Pemisahan frontend dan backend dilakukan untuk menurunkan risiko keamanan, meningkatkan stabilitas layanan, dan keberlanjutan.
Jawab:
Tujuan utamanya adalah meningkatkan keamanan, performa, dan ketersediaan layanan jurnal tanpa mengganggu workflow editorial yang sudah mapan di OJS.
Jawab:
Tidak. Frontend statis hanya menyajikan file HTML, CSS, dan JavaScript tanpa eksekusi kode server-side, sehingga secara inheren lebih aman.
Jawab:
Ya. OJS tetap menjadi sistem inti untuk submission, review, editing, publishing, dan manajemen editorial.
Jawab:
Ya. Pemisahan ini secara signifikan menurunkan risiko eksploitasi karena backend OJS tidak langsung diakses publik.
Jawab:
Backend OJS dilindungi melalui token statis dan dinamis, validasi referer, mekanisme double hopping, serta manajemen session yang ketat.
Jawab:
Token statis berfungsi sebagai identitas awal yang memverifikasi bahwa request berasal dari jalur frontend resmi.
Jawab:
Token dinamis digunakan untuk memastikan bahwa setiap request memiliki konteks dan masa berlaku yang valid, sehingga mencegah replay attack.
Jawab:
Referer double hopping adalah mekanisme validasi berlapis untuk memastikan request benar-benar berasal dari alur yang sah dan tidak direkayasa langsung.
Jawab:
Session dikelola secara server-side dengan kontrol masa aktif, binding konteks, dan validasi berlapis sehingga meminimalkan risiko session hijacking.
Jawab:
Risiko tersebut diminimalkan karena frontend tidak memproses input dinamis, dan backend OJS dilindungi oleh filtering, sanitasi, serta lapisan keamanan server.
Jawab:
Tidak. Akses backend OJS hanya melalui jalur yang sudah divalidasi dan dikontrol oleh sistem.
Jawab:
Ya. Karena endpoint backend tidak terekspos publik, serangan otomatis menjadi tidak efektif.
Jawab:
Tidak ada sistem yang 100% kebal, namun arsitektur ini secara signifikan meningkatkan biaya dan kompleksitas serangan.
Jawab:
Ya. Konten statis dapat di-cache dan disajikan lebih cepat dibanding konten dinamis.
Jawab:
Lonjakan trafik ditangani oleh frontend statis tanpa membebani backend OJS.
Jawab:
Ya, karena backend hanya menangani request editorial, bukan request pembaca publik.
Jawab:
Ya. Frontend statis tetap dapat melayani konten meskipun backend OJS sedang dalam pemeliharaan.
Jawab:
Tidak secara langsung, karena frontend statis tetap dapat diakses.
Jawab:
Tidak. Workflow editorial tetap berjalan sepenuhnya di OJS seperti biasa.
Jawab:
Tidak. Editor hanya berinteraksi dengan OJS sebagaimana mestinya.
Jawab:
Ya. Semua proses submission dan review tetap melalui backend OJS.
Jawab:
Tidak. DOI dan metadata tetap dikelola oleh OJS dan disajikan di frontend.
Jawab:
Ya. Frontend statis menyajikan metadata yang kompatibel dengan mesin indeks.
Jawab:
Ya. Arsitektur ini dirancang sesuai prinsip keamanan, ketersediaan, dan pengelolaan risiko yang diterapkan UNEJ.
Jawab:
Ya. Keamanan diterapkan berlapis dari frontend, middleware, hingga backend.
Jawab:
Ya. Struktur sistem memudahkan audit karena pemisahan fungsi yang jelas.
Jawab:
Ya. Prinsip kontrol akses, isolasi sistem, dan manajemen risiko selaras dengan ISO 27001.
Jawab:
Ya, sebagai validasi dan continuous improvement, bukan karena sistem dianggap tidak aman.
Jawab:
Ya. Perubahan frontend tidak berdampak langsung pada backend OJS.
Jawab:
Ya. Backend dapat diperbarui tanpa mengganggu tampilan publik.
Jawab:
Ya. Pemisahan peran dan sistem mengurangi dampak kesalahan konfigurasi.
Jawab:
Ya. Model ini dirancang untuk digunakan secara masif di lingkungan UNEJ.
Jawab:
Tidak. Frontend statis bersifat fleksibel dan independen dari vendor tertentu.
Jawab:
Ya. Sistem ini aman secara arsitektural, operasional, dan kebijakan.
Jawab:
Ada, namun berada pada tingkat rendah dan dapat diterima secara institusional.
Jawab:
Ya. Sistem dirancang untuk stabilitas dan keberlanjutan jangka panjang.
Jawab:
Ya, terutama untuk institusi dengan banyak jurnal dan kebutuhan keamanan tinggi.
Jawab:
Ya. Pemisahan frontend dan backend merupakan praktik modern dalam sistem publik berskala besar.
Jawab:
Ya. Sistem jurnal UNEJ menerapkan mekanisme Web Application Firewall (WAF) pada level web server (Nginx). WAF ini berfungsi melakukan penyaringan awal (request filtering) terhadap pola serangan umum seperti SQL Injection, Cross-Site Scripting (XSS), dan aktivitas scanning otomatis sebelum request diteruskan ke backend OJS.
Jawab:
Penomoran artikel pada masing-masing instalasi OJS dibedakan secara otomatis melalui mekanisme auto increment pada database. Setiap instalasi OJS memiliki skema basis data tersendiri, sehingga nomor artikel tidak saling tumpang tindih antar instalasi, meskipun digunakan dalam satu ekosistem jurnal yang sama di Universitas Jember.