Pengelolaan jurnal ilmiah berbasis Open Journal Systems (OJS) di lingkungan Universitas Jember menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kompleksitas tersebut meliputi aspek keamanan sistem, keberlanjutan layanan, kompatibilitas versi, serta keterbatasan sumber daya infrastruktur. Pengalaman operasional menunjukkan bahwa pembaruan OJS lintas versi utama sering kali menimbulkan risiko terhadap stabilitas sistem. Perubahan struktur basis data dan dependensi aplikasi menjadi sumber gangguan layanan. Selain aspek teknis, tuntutan akreditasi, indeksasi nasional dan internasional, serta keterbukaan akses publik menambah beban pengelolaan. OJS tidak hanya berfungsi sebagai sistem editorial, tetapi juga menjadi wajah publik jurnal. Ketergantungan penuh pada OJS untuk seluruh fungsi ini memperbesar risiko apabila terjadi gangguan atau serangan siber. Kondisi ini menuntut pendekatan arsitektur yang lebih matang.
Universitas Jember merespons tantangan tersebut dengan pendekatan berbasis pengalaman empiris. Alih-alih melakukan pembaruan sistem secara agresif, diterapkan strategi pemisahan fungsi. OJS difokuskan sebagai sistem editorial, sementara fungsi frontpage dan diseminasi publik dialihkan ke platform statis. Pendekatan ini mengurangi kompleksitas dan risiko.Kebijakan ini juga mempertimbangkan keterbatasan sumber daya. Tidak semua jurnal memiliki kapasitas teknis dan finansial yang sama. Dengan arsitektur yang terstandar, universitas dapat mem berikan dukungan yang lebih merata. Stabilitas layanan menjadi prioritas utama. Kebijakan pengelolaan OJS ini lahir dari kebutuhan nyata, bukan semata pertimbangan teoritis. Tujuannya adalah menjaga keberlanjutan jurnal ilmiah Universitas Jember secara institusional.
Gambar 1. Implementasi frontpage - backend (OJS) pada suatu jurnal untuk sebagai langkah perbaikan tata kelola jurnal keberlanjutan
Arsitektur pengelolaan jurnal dirancang berdasarkan prinsip pemisahan fungsi (separation of concerns). OJS digunakan secara khusus untuk proses editorial, manajemen naskah, dan workflow akademik. Fungsi tampilan publik dialihkan ke frontpage statis. Pemisahan ini mengurangi paparan risiko langsung terhadap OJS. Setiap jurnal dibangunkan OAI Gateway yang mengagregasi metadata dari berbagai OJS yang digunakan oleh suatu jurnal guna menjamin keberlanjutan dengan keterbatasan sumberdaya. Pendekatan ini memastikan konsistensi metadata dan memudahkan penyesuaian terhadap standar indeksasi.
Arsitektur ini dirancang selaras dengan kebijakan Long Term Support (LTS) OJS. Setiap instance OJS dapat diperlakukan sebagai sistem siklus terbatas. Setelah periode tertentu, sistem dapat diarsipkan dan diganti baru tanpa mengganggu layanan publik. Metadata dan konten tetap tersedia melalui gateway. Prinsip keamanan menjadi fondasi utama arsitektur. Permukaan serangan diperkecil dengan membatasi akses publik langsung ke OJS. Eksekusi PHP dibatasi secara ketat, dan lapisan reverse proxy diterapkan. Pendekatan ini mengurangi risiko serangan otomatis seperti judi online dan web defacement. Arsitektur yang dibangun bersifat sederhana, modular, dan berorientasi keberlanjutan. Sistem tidak bergantung pada satu komponen tunggal.
Gambar 2. Pengembangan OAI Gateway untuk mengakomodir harvesting metadata serta klasterisasi server yang disesuaikan dengan kebaruan OJS LTS yang tersedia
Keamanan sistem jurnal merupakan isu strategis bagi universitas. Banyak insiden menunjukkan bahwa OJS sering menjadi target serangan karena sifatnya yang terbuka dan populer. Oleh karena itu, kebijakan ini menempatkan keamanan sebagai prioritas kebijakan, bukan sekadar konfigurasi teknis. Pemisahan antara frontpage dan OJS mengurangi eksposur langsung sistem editorial. Frontpage statis secara inheren lebih aman karena tidak memiliki eksekusi server-side dinamis. OJS berada di balik lapisan proteksi tambahan seperti reverse proxy dan pembatasan akses. Serangan dapat diblokir sebelum mencapai aplikasi inti.
Stabilitas layanan juga meningkat dengan pendekatan ini. Gangguan pada OJS tidak serta-merta memengaruhi akses publik terhadap artikel. Artikel yang sudah terbit tetap dapat diakses melalui frontpage. Hal ini menjaga reputasi akademik universitas. Mitigasi risiko jangka panjang dilakukan dengan strategi siklus hidup sistem. OJS tidak dipaksakan untuk terus diperbarui lintas versi mayor. Sebaliknya, sistem baru dibangun sesuai LTS terbaru. Sistem lama dapat diarsipkan secara aman. Pendekatan ini menunjukkan kehati-hatian institusional. Risiko teknis dikendalikan tanpa mengorbankan fungsi akademik.
Gambar 3. Pemisahan fungsi Frontend dan backend (OJS) serta implementasi pengaman pada konfigurasi frontend-backend(OJS)
Kebijakan pengelolaan OJS ini diterapkan sebagai kebijakan institusional, bukan keputusan per jurnal. Unit TI universitas berperan sebagai penentu standar arsitektur dan keamanan. Pengelola jurnal menjalankan sistem dalam kerangka kebijakan tersebut. Pembagian peran menjadi jelas. Implementasi dilakukan secara bertahap. Jurnal yang sudah berjalan tidak dipaksa berubah secara mendadak. Penyesuaian dilakukan dengan pendampingan teknis dan sosialisasi kebijakan. Pendekatan ini menjaga keberlangsungan layanan.
Evaluasi dilakukan secara berkala dengan indikator teknis dan akademik. Indikator teknis meliputi stabilitas layanan dan insiden keamanan. Indikator akademik mencakup kelancaran proses editorial dan indeksasi. Data menjadi dasar pengambilan keputusan. Umpan balik dari pengelola jurnal menjadi bagian penting evaluasi. Kebijakan bersifat adaptif terhadap kebutuhan lapangan. Namun, perubahan dilakukan dalam kerangka yang terkendali. Konsistensi tetap dijaga. Kebijakan ini dapat dijalankan secara berkelanjutan. Institusi memiliki kendali penuh atas sistem jurnalnya.
Gambar 4. Contoh tampilan login untuk mengakses OJS Lama dan OJS Baru
Gambar 5. Contoh tampilan Mirror untuk mengakses artikel
Kebijakan pengelolaan OJS Universitas Jember merupakan respons strategis terhadap tantangan teknis dan akademik. Pendekatan ini menempatkan OJS sebagai sistem editorial inti, bukan sebagai satu-satunya wajah publik jurnal. Pemisahan fungsi menjadi kunci keberhasilan. Arsitektur yang diterapkan mendukung keamanan, stabilitas, dan keberlanjutan. Risiko pembaruan sistem dapat dikendalikan melalui pendekatan berbasis LTS dan siklus hidup sistem. Metadata tetap terjaga melalui OAI Gateway terpusat. Secara institusional, kebijakan ini memperkuat tata kelola jurnal ilmiah. Universitas tidak bergantung pada solusi ad hoc atau reaktif. Keputusan didasarkan pada pengalaman dan analisis risiko. Sistem menjadi lebih dewasa.
Arah strategis ke depan difokuskan pada pemantapan, bukan perubahan radikal. Inovasi dilakukan secara terukur. Sistem jurnal berkembang sejalan dengan kebijakan universitas. Universitas Jember menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan publikasi ilmiah yang aman, stabil, dan berintegritas.