Model 3 merupakan bentuk paling dasar dari pengelolaan jurnal berbasis Open Journal Systems (OJS), di mana OJS dijalankan secara standalone tanpa lapisan perlindungan tambahan seperti Web Application Firewall (WAF). Dalam model ini, OJS berfungsi sekaligus sebagai sistem editorial dan frontpage publik jurnal. Seluruh akses pengguna, baik editor, penulis, maupun pembaca, langsung berinteraksi dengan aplikasi OJS.
Keunggulan utama Model 3 terletak pada kesederhanaan teknis dan kemudahan implementasi. Model ini dapat dijalankan dengan sumber daya infrastruktur yang minimal dan konfigurasi yang relatif sederhana. Pengelola jurnal tidak memerlukan pengetahuan lanjutan terkait keamanan jaringan atau arsitektur tambahan. Oleh karena itu, Model 3 sering digunakan pada tahap awal pengembangan jurnal atau di lingkungan dengan keterbatasan sumber daya. Dari sisi operasional, Model 3 memberikan fleksibilitas penuh kepada pengelola jurnal. Seluruh fitur OJS dapat dimanfaatkan secara langsung tanpa pembatasan tambahan. Proses instalasi, konfigurasi, dan pemeliharaan relatif cepat. Hal ini menjadikan Model 3 sebagai solusi yang praktis dalam jangka pendek.
Namun demikian, Model 3 memiliki risiko keamanan yang sangat tinggi. Tanpa WAF atau lapisan proteksi tambahan, OJS terekspos langsung ke internet. Setiap celah keamanan pada aplikasi, plugin, atau konfigurasi server dapat dieksploitasi secara langsung. Model ini sangat rentan terhadap serangan otomatis seperti defacement, penyisipan konten ilegal, dan penyalahgunaan server. Ketergantungan penuh pada stabilitas OJS juga menjadi kelemahan serius. Gangguan kecil pada aplikasi dapat menghentikan seluruh layanan jurnal. Tidak terdapat mekanisme isolasi risiko atau redundansi. Dalam konteks institusi besar seperti universitas, dampak reputasional dari kegagalan sistem ini sangat signifikan.
Dalam perspektif kebijakan Rumah Jurnal Universitas Jember, Model 3 tidak direkomendasikan sebagai standar pengelolaan jurnal. Model ini hanya dapat dipertimbangkan secara terbatas untuk kebutuhan khusus, sementara, atau lingkungan terisolasi. Penggunaannya harus disertai rencana mitigasi dan transisi ke model yang lebih aman. Dengan demikian, Model 3 diposisikan sebagai solusi sementara, bukan kebijakan jangka panjang.